MENYAMBUT TAHUN BARU 2022

By Muhammad Rasyid Anshar 13 Jun 2022, 16:51:11 WIB Sekitar Kita
MENYAMBUT TAHUN  BARU 2022

Setiap insan memiliki masa lalu, dan setiap kejadian yang dialami akan menjadi bagian dari dirinya. Oleh karena itu, masa lalu adalah bagian dari dirinya, yang menjadi batu-bata penyusunan bangunan kepribadian kita saat ini. Akan tetapi, masa lalu tidak dapat menentukan masa depan. Masa lalu yang buruk bukan reruntuhan bangunan, melainkan batu-bata yang dapat disusun sebagai bahan. Bahkan dari masa lalu kita bisa mendapatkan berbagai pilihan dan banyak pelajaran.

“Every new day is another chance to change your life”. Janganlah pernah melihat masa lalu jika engkau tidak bisa belajar darinya dan jangan mengkhawatirkan masa depan jika itu hanya akan menghambatmu untuk maju ke masa depan. Peristiwa tersebut kadang kala membuat nyala semangat kerap kali memudar. Maka, janganlah terlalu lama menengok ke belakang, tetaplah menatap ke masa depan. Masa lalu, cukup sebagai ikhtibar, cukup ditengok sebentar. Jadikan sebagai momentum untuk senantiasa ikhlas dan bersabar.

Dalam perjalanan hidup ini kamu pasti melewati pahit dan manisnya pengalaman. Semua hal tersebut dapat menjadi pelajaran yang berharga. Melalui masa lalu harus dikonversikan sebagai pelajaran, akan menjadikan kita lebih arif dan bijaksana dalam bersikap.

Setiap perjalanan selalu bermula dari langkah pertama. Entah sampai di mana posisi saat ini, atau akan berakhir di manakah perjalanan ini ? Tidak ada yang tahu akhir dari kehidupan, tidak ada yang tahu siapa yang menang atau kalah. Maka tidak perlu mempersoalkan hasil akhir yang belum Nampak dan tidak diketahui. Adapun urusan dan tanggung jawab kita adalah terus-menerus memperbaiki diri dan membuat peristiwa demi peristiwa menjadi lebih berarti.

Kita harus merencanakan masa depan dan rencana tersebut harus dimulai dari saat ini. Menghargai masa depan adalah dengan bertindak dengan sebaik-baiknya hari ini dan menyiapkan masa depan. Jangan terlalu mengandalkan nanti atau yang akan datang karena apa yang kita miliki saat ini lah yang benar-benar nyata.

Tahun ini sebentar lagi berakhir tapi kehidupan masih belum sampai pada yaumil akhir. Masa-masa yang akan datang haruslah merupakan hasil yang sudah tidak multitafsir. Setiap langkah kita harus menjadi anasir zikir dan pikir.

Untuk itu, dibutuhkan sebuah kehendakan yakin dan ayunan semangat. Jadikanlah optimisme sebagai doktrin, dan menjaga jarak sejauh mungkin. Selamat tinggal tahun 2021 dan selamat datang 2022, tingkatkan optimisme dan produktivitas di tahun yang baru ini.  




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

Write a comment

Ada 3 Komentar untuk Berita Ini

View all comments

Write a comment