Nasehat dari Bakmi dan Sate

Diposting pada: 2015-09-02, oleh : Muhammad Rasyid Anshar, Kategori: Artikel

Ini tidak ada kaitan dengan makanan bakmi dan sate, dua buah kuliner Indonesia yang semua orang kenal baik dan suka. Namun nasehat ini menggunakan akronim (singkatan) BAKMI dan SATE. Karena ketenaran BAKMI dan SATE ini maka nasehat ini cocok untuk saya, anda dan kita semua.

Nasehat bijak ini umurnya sudah lama sekali karena orang tua saya dapat nasehat ini dari orang tuanya sedang saya dapat dari orang tua saya. Jika sekarang saya umur 30 tahun, sedangan orang tua saya sekarang umur 89 tahun lalu nenek dan kakek saya sudah meninggal 160 tahun yang lalu, bisa kebayang betapa lamanya nasehat BAKMI dan SATE dilahirkan.

Ketika saya masih usia sekolah sering malas belajar, sering mbolos dan main terus. Ini membuat orang tua menjadi sering marah-marah dan jengkel. Maka habis sholat magrib setelah nderes (mengaji Al Qur'an), Bapak memberi nasehat yang intinya saya tidak boleh malas dan bosen. "Le anakku". kata Bapak. "Kowe ojo dadi wong sing BAKMI (Bosenan, Aras-arasen, Keset, Mlincur lan Irian)". Kata ini kalau di Indonesiakan menjadi "Nak kamu jangan jadi BAKMI (sering bosan, Ogah-ogahan, malas, sering absen, suka iri dengan orang lain). Kowe dadio wong sing kaya SATE (Sregep, Antepan, Telaten lan Elingan). Jika di Indonesiakan menjadi "Kamu harus jadi orang yang SATE ( rajin, mantap/teguh dalam menentukan pilihan, telaten, dan selalu ingat (jangan gampang lupa))".

Terus terang saya menyadari bahwa salah satu cara hidup sukses saya secara sadar maupun tidak sadar terpengaruh dari kata-kata orang tua saya ini yaitu Bapak saya. Sukses saya bukan saja doa dari orang tua tapi dari kata SATE.

S-Sregep : Saya harus rajin belajar, rajin mengaji, dan rajin membantu orang tua
A-Antepan : Saya harus mantap, teguh pendirian. Tidak peragu. Sekali sekolah tetep sekolah. Hidup sekolah
T-Telaten : Saya harus telaten, tekun, karena orang tidak pintar seperti saya modalnya harus tekun belajar, tekun bekerja juga menjadikan saya sukes. Apapun pekerjaan saya yang halal ini tetep saya tekuni walaupun mungkin hina di depan orang, yang penting halal dan barokah.
E-Elingan: Saya harus gampang mengingat, tidak mudah lupa. Tidak gampang lupa nama guru-guru saya. Tidak gampang lupa siapa guru saya, siapa saya dan dari mana saya berasal. Apalagi sampai lupa diri, banyak orang sukses jatuh gara-gara lupa diri.

Maka sayapun hindari kata BAKMI dan bukan makan BAKMI.

B-Bosenan : Saya nggak boleh gampang bosan atau boring. Sekecil apapun dan seremeh apapun suatu tugas dan pekerjaan harus tetap ditekuni. Konsisten menekuni sesuatu.
A-Aras-Arasen : Saya tidak mau ogah-ogahan, semua tugas dan pekerjaan diselesaikan dengan serius, jangan asal-asalan. Jangan asal dikerjakan, asal bapak senang, asal ngumpul tugas.
K-Keset : Saya tidak boleh malas sebab malas itu pangkal bodoh sedang tekun itu pangkal pandai
M-Mlincur : Saya tidak boleh sering mbolos, sering melalaikan tugas, sholat bolong-bolong.
I-Irian : Saya tidak boleh iri dengan orang lain. Kalau orang lain senang saya ikut senang, bukan senang melihat orang susah dan susah melihat orang senang. Iri itu membuat hati sakit dan menghalangi diri kita sendiri untuk maju.

Itulah nasehat dari BAKMI dan SATE bukan berarti saya membaik-baikkan SATE lalu menjelek-jelekkan BAKMI. Semua baik kok dan rasannya enak, jadi kalau mau makan BAKMI atau SATE ya makan saja.


Print BeritaPrint PDFPDF

Berita Lainnya



Tinggalkan Komentar


Nama *
Email * Tidak akan diterbitkan
Url  masukkan tanpa Http:// contoh :www.m-edukasi.web.id
Komentar *
security image
 Masukkan kode diatas
 

Ada 0 komentar untuk berita ini

Forum Multimedia Edukasi  www.formulasi.or.id