Profesionalisme Kepala Sekolah

Diposting pada: 2018-04-12, oleh : Muhammad Rasyid Anshar, Kategori: Artikel

Kepala sekolah adalah orang yang diberi wewenang dan diberi kepercayaan untuk memimpin dan mengembangkan salah satu sekolah, baik sekolah negeri maupun swasta supaya sekolah tersebut maju, berkembang, berjalan sesuai dengan harapan orang tua murid, masyarakat, dan pemerintah. Sehingga tujuan pendidikan yang telah ditetapkan dapat tercapai  dengan baik.

Untuk menjadi kepala sekolah yang baik, harus memiliki keikhlasan dalam memimpin, membina, dan mampu mengembangkan sekolah tersebut. Kepala sekolah yang memiliki keahlian akan memiliki kemampuan. Demikian juga kepala sekolah akan mampu merealisasikan semua program sekolah dalam kegiatan nyata melalui proses pendidikan baik bersifat intrakurikuler maupun ekstrakurikuler.

Kepala sekolah dikenal sebagai suatu pekerjaan profesional, artinya jabatan ini memerlukan suatu keahlian khusus. Kepala sekolah yang profesional memiliki dan menguasai tentang seluk beluk pendidikan dan pengajaran serta ilmu-ilmu lainnya. Pekerjaan sebagai kepala sekolah merupakan pekerjaan profesional sehingga tepat untuk dikatakn sebagi suatu profesi. Sebagai suatu profesi pengembangan kemampuan dan meningkatkan kompetensi merupakan hal penting yang dapat memberi kontribusi signifikan sebagai peningkatan kualitas pendidikan dan pembelajaran di sekolah.

Kepala sekolah salah satu tugasnya adalah meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan teknologi, dan seni. Hal ini mengandung arti bahwa kinerja kepala sekolah sebagai pengembangan profesi menjadi gambaran pelaksanaan tugas yang berorientasi ke depan sebagai dasar mengahadapi berbagai tantangan perubahan sebagai akibat dari globalisasi.

Tuntutan profesionalisme kepala sekolah memerlukan upaya untuk terus mengembangkan profesional melalui peningkatan kapasitas diri agar makin mampu mengembangkan profesinya dalam menjalankan tugas di sekolah. Hal tersebut sejalan dengan tuntutan upaya peningkatan pendidikan secara terus menerus.

Dengan denikian, peran kelapa sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan memerlukan sikap inovatif. Sikap inovatif dalam pendidikan memiliki pengaruh yang besar dan menentukan keberhasilan peningkatan kualitas pendidikan melalui pengembangan inovasi pembelajaran. Dengan meningkatnya kualitas pembelajaran, harapan dan tujuan untuk dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas dan siap serta mampu menghadapi persaingan akan dapat terwujud.

Pengembangan kinerja kepala sekolah dilihat dari sudut manajemen kinerja dapat dilakukan dengan dua pendekatan, yaitu pendekatan berbasis kompetensi dan pendekatan berbasis kinerja. Pendekatan berbasis kompetensi dapat dilakukan melalui peningkatan kemampuan kepala sekolah untuk melakukan suatu pekerjaan sesuai dengan peran dan tugasnya, sedangkan pendekatan barbasis kinerja dapat dilakukan kepala sekolah melalui implementasi praktik-praktik terbaik dalam melakukan pekerjaan sesuai dengan bidang tugasnya.

Jadi yang dimaksud dengan profesi adalah suatu keahlian atau kemapuan yang dimiliki seseorang dalam bidang pekerjaan untuk mencapai suatu tujuan, sedangkan profesional adalah orang yang benar-benar memiliki keahlian atau kemampuan dalam bidang pekerjaan, sehingga hasil yang dicapai sangat memuaskan, efektif efisien, berhasil dan berguna untuk kepentingan umat manusia dan sesuai dengan tujuan yang diharapkan.

Pengembangan kepala sekolah dirasakan semakin penting manfaatnya karena tuntutan pekerjaan atau jabatan. Setiap kepala sekolah dituntut agar dapat bekerja efektif, efisien, kualias, dan kuantitas pekerjaannya semakin baik sehingga memiliki daya saing semakin besar. Pengembangan ini dilakukan untuk tujuan nonkarier maupun karier kepala sekolah melalui latihan dan pendidikan.

Dalam mengembangkan kemampuan kepala sekolah digunakan metode-metode, misalnya pelaksaan pengembangan (training and education) yang berdasarkan pada program pengembangan sekolah. Dalam program pengembangan kepala sekolah telah ditetapkan sarana, proses, waktu, dan metode pelaksanaannya. Sasaran yang ingin dicapai dalam metode ini adalah meningkatkan kemampuan dan keterampilan teknik mengerjakan pekerjaan atau technical skills bagi kepala sekolah dan meningkatkan keahlian dan kecakapan  serta mengambil keputusan atau managerial skills dan conceptual skills bagi kepala sekolah.

Kompetensi kepala sekolah menjadi hal yang dapat mendorong dan mendasari keberhasilan sekolah dalam menjalankan perannya di masyarakat. Oleh karena itu kepala sekolah harus berupaya untuk mengembangkan kompetensi sesuai dengan desain dan rencana pengembangan sekolah. Pengembangan kompetansi individu kepala sekolah harus dilakuka secara seimbang atara kompetensi intelektual, sosial, dan emosional. Kompetensi adalah karakteristik utama dan individu untuk mengahasilkan kinerja superior dalam mekukan pekerjaan yang mencakup motif, sifat, konsep diri, pengetahuan, dan keahlian.

Ada lima karakteristik utama dan kompetensi yang pada akhirnya akan mempengaruhi kinerja individu kepala sekolah, yaitu;

  1. Motif, yaitu sesuatu yang dipikirkan dan diinginkan oleh kepala sekolah secara konsisten dan adanya dorongan untuk mewujudkannya dalam bentuk-bentuk tindakan-tindakan.
  2. Watak, yaitu karakteristik mental dan konsistensi respon kepala sekolah terhadap rangsangan, tekanan, situasi, atau informasi.
  3. Konsep diri, yaitu tata nilai luhur yang dijunjung tinggi oleh kepala sekolah yang mencerminkan tentang bayang diri atau sikap terhadap masa depan.
  4. Pengetahuan, yaitu informasi yang memiliki maka yang dimiliki kepala sekolah dalam bidang kajian tertentu.
  5. Keterampilan, yaitu kemampuan kepala sekolah untuk melakukan sesuatu pekerjaan fisik atau mental.

Kompetensi pengetahuan dan keterampilan cendrung lebih nyata dan relatif mudah dikembangkan. Sedangkan watak dan motif cendrung lebih tersembunyi sehingga cuup sulit untuk dinilai dan dikembangkan. Kompetensi motif, watak, dan konsep diri diharapkan dapat memprediksi tindakan kepala sekolah sehingga akhirnya dapat memprediksi kinerja kepala sekolah.

Meskipun kompetensi sulit dipahami secara komprerhensi, terutama berkaitan dengan aspek yang tersembunyi, namun dalam tataran praktis manisfestasinya dalam bentuk kinerja dapat menjadi dasar untuk melihat kompetensi kepala sekolah. Untuk memahami konsep tersembunyi dari kompetensi, dapat dilihat dangan inferensi dari tataran praktis, sehingga tataran praktis kinerja dapat menilai tentang kompetesni yang dimiliki oleh kepala sekolah.

 

*) Guru SMKN 1 Samarinda


Print BeritaPrint PDFPDF

Berita Lainnya



Tinggalkan Komentar


Nama *
Email * Tidak akan diterbitkan
Url  masukkan tanpa Http:// contoh :www.m-edukasi.web.id
Komentar *
security image
 Masukkan kode diatas
 

Ada 0 komentar untuk berita ini

Forum Multimedia Edukasi  www.formulasi.or.id